Showing posts with label Novel. Show all posts
Showing posts with label Novel. Show all posts

Thursday, October 4, 2018

Menyembuhkan Patah

Kau perlu waktu untuk menyendiri,
memanjakan dirimu dalam setiap helaian napas yang bersatu padu dengan alam.
Agar kecewa dan penyesalanmu ikut terbawa. Lalu tanpa sadar, kau merasa tenang.
Menyembuhkan Patah

~ Menyembuhkan Patah ~


Menyendiri itu bukan sesuatu yang buruk. Terkadang, ketika kita patah hati, rasanya sangat pengin menyendiri. Jauh dari keramaian, dan hanya butuh waktu untuk sendiri. Jika saja ada yang merasa tidak senang denganmu, hanya karena kamu sedang ingin menyendiri, kupastikan orang itu tidak pernah merasakan patah. Bahkan, bisa jadi, orang itu adalah yang menyebabkan patah.

Sendiri adalah cara orang-orang untuk menyembuhkan luka. Walau menuju tempat sejauh mungkin, orang seperti itu takkan merasa lelah. Sebab, perjalan juga lah yang mengiringi untuk menyembuhkan patah.

Sendiri itu tenang. Untuk orang yang sedang kacau. Diterjang masalah demi masalah hidup. Tak selamanya menyendiri itu menyeramkan. Hanya beberapa orang saja yang mungkin berpikir seperti itu.

Seni menyendiri itu adalah ketika kita berada di atap, duduk manis ataupun berbaring mengarah ke atas. Seraya melihat langit yang indah di malam hari, terdapat bulan, bintang, dan awan. Yang saling melengkapi, walau berbeda jarak. Yang saling mengerti akan satu sama lain. Yang tidak mementingkan egonya masing-masing.

Pikirkan saja sendiri, bila meteorit besar di luar bumi itu membawa egonya masing-masing? Dan turun ke bumi. Hancurlah. Sama seperti hubungan yang dilandasi ke-egoisan itu. Ego yang tak bisa tertahan, maka, pupuslah harapan.

Itulah fakta tentang egoisme pembawa kehancuran, yang berujung memecah kebersamaan. Padahal, apa susahnya untuk membuang sampah itu? Padahal kamu juga masih bisa tinggalkan itu, tanpa perlu kamu tanggapi. Abaikan saja rasa egoismu. Tinggalkan, atau kamu yang akan terpisahkan.

***

Wednesday, October 3, 2018

Perantara Penghibur

"Sibuk merindukan seseorang yang hatinya entah untuk siapa.
Sibuk merangkai kata-kata untuk dia yang sudah tak peduli denganmu lagi."
 Perantara Penghibur
 

~ Perantara penghibur ~


Apa aku terlalu bodoh dalam hal mencintaimu? Atau aku yang terlalu mengharapkanmu lagi? Entahlah, padahal, kamu yang memberiku luka, tapi mengapa aku masih sayang kamu? Buktinya, aku masih merindukanmu sampai saat ini. Ternyata, rindu itu sulit untuk dilupakan. Padahal, kita pernah saling merindu. Eh, salah! Bukan kita, tapi hanya aku saja yang merindukanmu.

Aku tak pandai merangkai kata, walau setiap kata yang kubuat untukmu, tak ada makna. Yang jelas, aku di sini masih saja ingat wajahmu. Masih saja ingat dengan apa yang pernah kita lakukan dulu. Seperti: Menelpon hingga larut malam, saling membalas pesan dengan cepat, selalu memberikan kabar setiap saat, dan selalu memberikan salam hangat dari pagi hingga malam.

Sepertinya, sia-sia saja yang aku dapat dari mengingat kenangan yang pernah kita lewati bersama. Ya, mau bagaimana lagi, kini kau sudah bersama dengan yang lain. Dan kini, kau pun pasti akan melakukan hal serupa dengan apa yang pernah kita lakukan dulu, tapi dengan orang lain.

Mungkin saja, aku hanya perantara penghibur disaat kamu merasa bosan dengan kesendirian. Dan bila saja aku tak bertemu denganmu, mungkin kamu masih merasakan kesedihan. Tapi kenapa, ketika kamu bertemu denganku, sebenarnya kesedihanmu itu tak hilang, melainkan kamu pendam dalam-dalam, dan kamu sembunyikan diam-diam.

Disaat kamu merasa bosan denganku, kesedihan yang pernah kamu alami, kamu limpahkan kepadaku, seakan kamu membalas dendam dengan orang yang pernah menyakitimu, dan setelah perpisahan ini aku tahu, aku hanyalah wadah di saat kamu gundah.

Memang dirimu tak menicntaiku apa adanya, maaf karena aku yang terlalu mengharapkanmu. Sehingga aku terlalu berharap dengan hubungan yang pernah kita jalani. Dan aku salah tentang perihal berharap kepadamu, hanya memberikan rasa kecewa tentang harapan tak pasti. Hanya bisa memberikan luka, setelah aku mencintaimu setulus hati.

***

Tuesday, October 2, 2018

Sederhananya Bahagia

"terkadang kita terlalu fokus dengan rasa sakit ataupun patah hati.
Sehingga kita lupa bahwa; Masih ada bahagia yang sedang menunggu."
Sederhananya Bahagia

~ Sederhananya Bahagia ~


Sesulit apapun yang sedang kau alami, kau harus ingat tentang bahagiamu. Tak setiap kejadian mengerikan, harus selalu ada kesedihan. Kau hanya perlu menikmati setiap goresan luka dan duka. Suatu saat kau akan paham tentang gemercik air hujan yang jatuh ke bumi, setiap tetesannya yang jatuh dari langit, bumi tak pernah merasa sedih ataupun merasa pamit.

Dia merasa senang, karena disetiap rintik hujan, dia masih bisa bahagia dengan tanaman dan pepohonan yang tumbuh subur.
Kau harus sadar.

Bahagia itu bukan tentang kamu tersenyum dengan dia. Bahagia itu ketika kita bisa memberikan manfaat untuk orang di sekitar kita. Melihat orang-orang tersenyum karenamu, kau sudah memberikan bahagiamu. Membagikan setiap detik rasa yang sangat menyenangkan. Saling berbagi rasa. Jangan kau lupa. Ada hal yang masih harus kamu lakukan. Untuk temukan bahagiamu.

Jangan terlalu menyesali setiap kejadian yang kerap membuatmu patah. Kau harus cepat-cepat bergerak, sebelum patah itu menyebar luas. Sampai kau tak ada harapan dan jadi pemalas. Kalau kau tak bisa membuat dirimu sendiri bahagia, mau sampai kapan bahagiamu itu kau temukan? Kebahagian pun perlu dicari. Kau tak bisa berdiam diri. Menunggu bahagia datang itu, bukan perkara mudah.

Cobalah menjadi orang yang selalu bisa merubah kesedihan, menjadi kebahagiaan. Semua orang pasti bisa melakukan itu. Hanya saja, mencari bahagia itu tidak instan. Memang butuh proses, tapi, setidaknya kamu ingin memulai melangkah. Daripada diam berdiri, menyendiri, lalu kau lupa untuk melangkah. Sadarkah kau? Sesederhanya bahagia adalah tersenyum jujur. Dengan dirimu yang apa adanya.

Percayalah, suatu saat nanti kau akan menyesal, jika tak melangkah untuk mencari bahagiamu sendiri. Masih ada banyak cara untuk membuatmu bahagia, pikirkan lah tentang keluarga. Bahagiamu harus kau bagi dengan mereka. Kau harus bisa membuat mata berlian itu, bahagia karenamu. Bukan karena egoismu untuk mencari bahagiamu sendirian.

***

Tuesday, November 28, 2017

Sekilas Tentang Buku Novel Pertama 2017, Nostalgia Cinta Dalam Rindu

Kholid Farhan - Ini adalah artikel pertama ku di blog pribadi ku. Disini aku mau menerangkan sekilas tentang buku novel pertama ku yang akan aku buat sendiri dengan berbagai sumber-sumber dari kehidupan kenyataan ku sendiri. Ada berjuta-juta kenangan ketika aku mengenal sesorang dan arti dari sebuah cinta. Novel yang pertama ku ini berjudul Nostalgia Cinta Dalam Rindu. Alasan ku membuat judul seperti ini adalah ini merupakan sebuah cara untuk menyalurkan sebuah perasaan ku untuk seseorang yang pernah ada di hidup ku ini. Rasa campur aduk pun ada pada buku ini. Ditinggal kan oleh sang pujaan hati sejauh jauh mungkin dari pangkalan utama hati ini. Tidak pernah terbayangkan, bila aku telah beranjak jauh dari sang bidadari pujaan hati ini.

Ini adalah sebuah cerita dimana aku terdiam dalam rindu dan terjebak di dalam nostalgia cinta. Berjuta kenangan tersimpan di dasar palung pikiran dan hati ini.

Merasakan ada sesuatu yang hilang dari masa ke masa. Melepas apa yang sudah aku perjuangkan. Lelah memang bila ku ulangi perjuangan demi perjuangan dengan hasil yang sama.

Tanpa ku sadari, Aku sudah  melangkah jauh dari orang yang pernah membuat diriku merasakan cinta pertama kalinya. Namun, aku berjuang selalu agar suatu saat aku dan dia  akan bersama walau sekejap.

Sampai akhirnya, aku mengerti arti dari sebuah cinta berujung pada rindu yang tak pernah usai. Merelekan cinta pertama ku dengan yang lain dan terima sebuah keadaan yang memaksa ku untuk melepas sesorang yang pernah ada di dasar lubuk pikiran dan hati.

Rasa senang, sakit, bahagia, tangis, ego, tawa dan rindu ada pada sebuah cerita ini yang akan membuat hati ini bernostalgia dalam sebuah curhatan hati untuk seseorang yang pernah ada didalam cerita hidup ku ini. Namun, lambat laun ia meranjak jauh dari diri ku.

Sampai sejauh ini aku sadar, bahwa seseorang yang pernah ada didalam hidup kita. Bukan berarti dia akan selalu menetap, melainkan akan singgah hanya sementara.

Hal yang aku dapatkan dari buku ini adalah bagaimana mencintai seseorang dengan tulus serta memberikan perjuangan yang sangat berarti bagiku, namun tidak ada arti bagi seseorang yang ku maksud.

Memang aku sudah lelah dengan semua ini, Akan tetapi aku selalu belajar dari sebuah kesalahan-kesalahan yang telah ku susun dari masa ke masa dan dari waktu ke waktu. Kesalahan adalah bukan berarti salah satu bagian dari kegagalan, Namun kesalahan merupakan contoh pelajaran utama hidup bahwa kesalahan bisa menjadi sebuah pelajaran agar suatu saat aku tidak terjebak oleh kesalahan yang lainnya untuk kesekian kali nantinya.
Kuharap dirimu tidak terlambat menyadari bahwasannya yang ada itu sangatlah berharga // Cuplikan dari Nostalgia Cinta Dalam Rindu
Buku ini ku persembahkan untuk seseorang yang telah ada sebelum aku mengenal kata Cinta. Hanya untuk menetap sementara dan tidak untuk selamanya adalah contoh kasar dari dalam dirimu yang selalu aku pelajari dari setiap lontaran kata penghancur darimu untuk hati ini.